Akang Putra Belajar dan terus mencari ilmu baru sudah menjadi hobi, menulis hanya sekedar menuangkan ide yang ada dalam benak pikiran. Suka Wisata, Suka Kuliner. Menjadi diri sendiri dalam berkarya agar bisa bermanfaat untuk orang banyak

Dalam Mencari Pasangan Kenapa Agama Diakhirkan

1 min read

Dalam Mencari Pasangan Kenapa Agama Diakhirkan

BERANDA PRINGSEWUDalam Mencari Pasangan Kenapa Agama Diakhirkan – Memiliki Pasangan Hidup merupakan impian bagi setiap insan manusia di muka bumi ini, bahkan didalam kepercayaan yang dianut oleh umat manusia pun ada tata cara dan syarat syarat yang harus di penuhi dalam menentukan pasangan hidup. Salah satunya yang di isyaratkan oleh agama islam

Dalam agama islam, ada 4 faktor yang menjadi patokan dalam memilih jodoh (pasangan hidup) yaitu Harta, Keturunan, Kecantikan atau ketampanan, dan agama. disadari atau tidak, ternyata memang 4 faktor inilah yang bisa menunjang keberlangsungan bahtera rumah tangga seseorang agar tetap kuat dan kokoh dalam mengarungi kehidupan.

Sebegitu pentingnya faktor agama dalam memelih Pasangan Hidup, tapi mengapa justru factor agama ini malah ditempatkan pada urutan terakhir, dan mengapa tidak ditempatkan di awal pada syarat faktor yang menjadi patokan dalam menentukan pasangan hidup..??

Nah begini penjelasan yang disampaikan dalam sebuah buku menakar Kufu dalam memilih jodoh yang di karang dan di tulis oleh Ahmad Zarkasih, Lc yang diterbitkan oleh penerbit Rumah Fiqih Publishing dan buku ini di sebar luaskan secara gratis berupa buku dengan format file pdf. Silahkan kunjungi situsnya di www.rumahfiqih.com

Pertama. Tentu agar kita bisa punya pilihan dalam memilih jodoh (pasangan hidup) yang sesuai dengan selera dan kecendrungan dasar sebagai manusia. dimana manusia, suka kepada yang cantik, tampan dan indah dilihat, enak dipandang. Manusia juga sangat cinta kepada kebanggan dan suka untuk dihormati.

Manusia juga dasarnya memang suka terhadap kekayaan dan takut menjadi miskin. Karena tidak masalah jika memang menjadikan kekayan sebagai salah satu pertimbangan dalam memilih jodoh. Ini semua agar memang kita bisa memilih sesuai dengan kecenderungan dan selera kita sebagai manusia.

Kita tidak bisa membayangkan bagaimana jika agama, dalam urusan nikah pun harus mengatur dan memaksa siapa yang harus jadi pasangan. Karenanya, agama membebaskan kita untuk memilih sesuai dengan selera.

Baca Juga : Gak Perlu Mewah Seorang Dosen Menikah Hanya dengan Mahar Surat Al Insyirah dan Puisi

Kedua. Agar faktor agama ini menjadi penentu diterima atau tidaknya calon yang disaring dan diseleksi. Agar semua yang kita lakukan, termasuk memilih jodoh (pasangan hidup) ini, adalah Allah s.w.t. yang menjadi acuannya.

Biasanya, orang akan mencari dan menyeleksi calon pasangan itu dari hartanya, lalu nasab dan keturunannya, kemudian cantik atau tidaknya. Kalau 3 faktor terdepan itu lolos, faktor agama lah menjadi faktor final yang menentukan.

Ketika 3 faktor terdepan “qualified”, namun agamanya tidak qualified, maka ia tertolak. Tapi jika agama “OK”, ia pun diterima. Itu artinya menjadikan agama sebagai faktor penentu diterima atau tidaknya si calon.

Kalau agama ditaruh di awal. Dan memang qualified, lalu ia melihat faktor keduniaan selanjutnya. Seperti tampan, cantik, atau nasab dan juga harta. Dan ternyata dari sisi harta, calon yang ada tidak masuk dalam selesarnya, akhirnya ia tolak. Padahal agamanya baik.

Itu berarti ia menjadikan harta sebagai penentu diterima atau tidaknya si calon. Padahal bukan itu yang diinginkan oleh Nabi s.a.w.

 

Akang Putra Belajar dan terus mencari ilmu baru sudah menjadi hobi, menulis hanya sekedar menuangkan ide yang ada dalam benak pikiran. Suka Wisata, Suka Kuliner. Menjadi diri sendiri dalam berkarya agar bisa bermanfaat untuk orang banyak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *