Anda Harus Tau ini Penanganan dan Obat yang dapat diberikan pada Penderita Serangan Asma

0
102 views

BERANDAPRINGSEWU.COM – Asma Bronkial suatu keadaan dimana saluran napas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu yang menyebabkan peradangan dan penyempitan yang bersifat sementara.

Asma merupakan penyakit paru yang tidak menular. Pada penderita asma, penyempitan saluran pernapasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernapasan.

Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin, dan olahraga.

Pada suatu serangan asma, otot polos dari bronki mengalami kontraksi dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan dan pelepasan lendir yang berlebihan ke dalam saluran udara.

Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernapas.

Gejala asma adalah serangan nafas sesak, napas bunyi (mengi), dan batuk karena sesak nafas yang berulang. Serangan timbul dapat berlangsung hanya beberapa menit, jam, atau sampai beberapa hari bahkan sampai seminggu.

Tindakan Pertolongan pada penderita asma

Pengobatan serangan asma akut harus dilakukan secara cepat dan sedini mungkin, demi mencegah kesesakan napas yang lebih berat. Segera berikan obat yang dapat menghilangkan serangan sesak napas, seperti golongan obat yang melebarkan pipa saluran napas (bronkodilator)

Kemungkinan diluaran sana banyak yang memberikan cara menyembuhkan sesak nafas tradisinal, atau dengan cara mengobati sesak nafas secara alami, namun sebaiknya gunakan cara penyembuhan secara medis

Obat yang dapat melebarkan pipa saluran napas ini dapat digunakan dalam bentuk hirupan. Obat yang sering digunakan adalah obat golongan agonis beta dua. Melalui hirupan obat ini akan langsung bekerja pada pipa saluran napas, jadi manfaatnya sudah dapat dirasakan dalam 5 – 10 menit

Selain itu, karena obat ini bekerja lokal, tidak harus masuk dulu dalam peredaran darah maka efek sampingnya ringan

Bila dengan cara tersebut serangan sesak tetap ada maka dapat ditambahkan obat golongan steroid (prednison). Obat ini akan memperkuat kerja obat agonis beta dua sehingga biasanya serangan asma akan mereda

Namun bila setelah menggunakan kedua obat ini pun serangan sesak masih terjadi, sebaiknya penderita segera dibawa ke unit gawat darurat terdekat

Setelah pemberian obat penderita perlu dipantau beberapa waktu lamanya untuk menilai hasil pengobatan. Jika respons pengobatan baik penderita dapat dipulangkan dan beri penjelasan tentang obat obat yang harus digunakan di rumah.

Berikut ini beberapa obat atau golongan obat yang dapat diberikan pada penderita yang mengalami serangan asma

Pertolongan Pertama Pada Penderita Seranan Asma

    Serangan Ringan
  • Tanda dan gejala : aktifitas, bicara masih normal, denyut nadi <100 li="" menit="">
  • Terapi Pilihan : Agonis beta dua hirup, boleh diulang 1 jam kemudian atau tiap 20 menit dalam 1 jam
  • Terapi Alternatif : Agonis beta dua oral dan atau 3 x 1 tablet (2 mg) atau teofilin 75 – 150 mg. Lama pemberian sesuai kebutuhan
    Serangan Sedang
  • Tanda dan Gejala : hanya mampu berjalan dekat, bicara terputus putus, denyut nadi cepat mencapai 100 – 120/menit
  • Terapi Pilihan : Agonis beta dua nebulisasi 2,5 5 mg, boleh diulang sampai 3 kali dalam 1 jam pertama, dan dapat dilanjutkan setiap 1 – 4 jam kemudian
  • Terapi Alternatif : Agonis beta dua suntikan atau adrenalin suntik bawah kulit (subkutan) atau teofilin intravena 5 mg/kg BB, perlahan atau steroid intravena/kortison 100 – 200 mg, deksametason 5 mg im, oksigen 4 liter per menit

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here