Sukses Toilet Training Pada Anak Usia Dini Ala Latifa Ningrum


Beranda Pringsewu - Mengajarkan Toilet Training kepada anak yang masih di usia dini memang menjadi momok yang agak menyeramkan, bisa dibilang harus mempunyai niat dan keyakinan yang ekstra untuk bisa mencapai Sukses dalam menjalankan Toilet Training pada anak yang masih berusia dini.

Disini mimin akan menshare cara untuk sukses melakukan Toilet Training pada anak usia dini yang mimin dapatkan dari status seorang teman di akun Facebooknya Latifa Ningrum (@latifa_ningrum) yang ia praktikkan kepada anaknya yang bernama Asma, selanjutnya mari kita simak cara sukses yang ia share berikut ini

Hai mommy, banyak yang inbox saya mengenai proses Toilet Training (TT) Asma. Alhamdulillah proses TT dimudahkan sampai sekarang, semoga hingga seterusnya. PR ummi bisa fokus mempersiapkan bekal menyapih beberapa bulan lagi di dua tahun usia Asma nantinya. InsyaAllah.

Proses Toilet Training Asma dimulai saat Abinya dinas dan mudik 4 hari ke luar kota. Ini waktu yang sangat cocok untuk proses TT. Khawatir Asma manjaaah kalau ke Abinya. Jangan lupa selalu kerjasama dengan suami ya. Namun, kuncinya tetap ada pada mommy yang memiliki waktu lebih lama dengan anak. Kekeh, istiqomah dan sabar itu beberapa poin utama.

Alhamdulillah di hari kedua proses TT, Asma bisa full day tanpa memakai diapers atau pospak. Asma sengaja tidak menggunakan toilet training pants. Tujuannya untuk mengenalkan tekstur basah ke Asma. Jadi Asma paham ketika menyentuh pipisnya ternyata tekstur basah itu cair.

Terpenting : Jangan ada pemaksaan ya mom, kecuali kalau anak mulai menunjukkan kesiapan untuk proses TT, maka mulailah.

Dan setiap anak beda jadi jangan disamakan untuk proses TTnya.

Beberapa hal yang saya terapkan dalam proses TT Asma diantaranya :

Evaluasi pipis anak saat tidur malam. Bagaimana kondisi diapersnya di pagi hari (baru saja bangun tidur). Apakah penuh atau masih dikit.

Kalau masih banyak pipisnya, coba cek bagaimana konsumsi air putih/sufor dimalam hari.
Perbanyak konsumsi air putih di pagi-sore. Malam dikurangi jangan terlalu banyak. Supaya tidak ngompol.

Sounding anak untuk kerjasama ya. Jangan lupa selalu berdoa agar dimudahkan proses TT.

Usahakan TT dimulai full day tanpa diapers. Kalau setengah² prosesnya bisa lama. Anak perlu diberi pemahaman tentang proses TT berhari hari.

Asma dihari pertama TT pakai diapers di malam hari. Alhamdulillah keesokannya tidak dipakaikan diapers hanya ngompol 1x saja. Dihari ketiga tidak ngompol. Sampai sekarang pun jarang ngompol.

Evaluasi jam ngompol anak dimalam hari. Misal Asma pernah beberapa kali di jam 11 malam (sebelum jam 12 malam) saat minta Asi mulai ngompol. Nah usahakan tatur/ajak anak pada jam² rawan untuk ke toilet. Disounding dulu kalau diajak ke toilet ya. Biasanya anak masih mengantuk/merem saat dibawa ke toilet. Saat ditoilet sounding "yuk pipis Nak", kalau tidak mau pipis angkat anak ke kamar lagi. Jadikan rutinitas. InsyaAllah anak mengerti.

Pada pagi - sore ajak anak ke toilet 30 menit atau 60 menit sekali ke toilet. Jangan lupa beri nada suara mommy yang semangat ya. Misal, Ayoooo kita ke toileet.  supaya anak tidak bosan atau marah saat diajak ke toilet.

Selalu bilang "Pipis/ee yuk Nak," dengan suara semangat ya. Kalau hasilnya anak pipis, bilang "Wahhhh hebaatt pipis di toilet". Beri pujian. Tapi jika tidak mau pipis, bilang "Nanti pipisnya di toilet ya Nak" selalu gunakan nada semangat dan ceria ya Mom. Ini saaangaat mempengaruhi motivasi ke anak.

Kalau anak pipis di sembarang tempat, agar evaluasi alasannya, mungkin mommy tidak mengajak anak ke toilet di jam² rawan.

Kalau sudah diajak ke toilet tapi masih pipis di sembarang tempat, jangan patah semangat ya mom. Ini masih bagian dari proses. Selalu kasih pengertian "Nak, pipis itu di toilet, bukan di sini, kan lantainya licin nanti kaka bisa kepleset, jatuh."

InsyaAllah lambat laun anak paham. Dan selalu gunakan ekspresi "Hiiiii" seperti jijik saat melihat pipis anak yang sembarangan. Sehingga anak jadi paham kalau pipis di sembarang tempat itu perbuatan tidak baik

Kalau Pup sembarangan? Mommy mulai evaluasi ekspresi anak saat pup ya. Ada yang mojok, atau ekspresi wajah mengkerutkan dahi dll. Segera angkat anak ke toilet.

Saat anak diangkat selalu bilang "Ayo ke toilet!" Jangan lupa beri jutaan pujian saat pup ditoilet.
Wajib untuk menyebokin anak ya Mom saat pipis dan pup. WAJIB. Juga ajarkan cuci tangan dan kaki setelahnya.

Kuncinya ada pada ketahanan mental dan fisik emaknya. Kalau emaknya udah patah semangat, ya proses TT semakin lama. Tapi kalau terus semangat ya insyaAllh proses TT kenikmatan yang tidak sulit.

Minimal 1-4 minggu aktivitas full di rumah sampai anak tidak banyak pipis atau pup sembarang tempat ya.

Karena pemakaian diapers bisa membuat anak bingung pada proses TT

Semoga bermanfaat ya Mom

Sumber : darisini

Sangat menarik bukan.. apa yang dijelaskan mbak Latifa Ningrum tentang Toilet Training pada anak Usia dini. Dari mimin selamat mencoba ya,, semoga berhasil dalam misi melakukan toilet training pada buah hatinya.

Reaksi:
Share this with short URL:

You Might Also Like:

How to style text in Disqus comments:
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parser Hide Parser