Beranda Pringsewu - Setelah Booming di Media Sosial dan juga banyaknya pemberitaan tentang kondisi Jalan Ambarawa, bahkan ada saja ulah Netizen yang mengedit kondisi jalan hingga sedemikian rupa. Kali ini Beranda Pringsewu merasa tertarik untuk mengambil judul dan mempublikasikan tentang catatan dengan judul " BUKAN PUISI CINTA (PERJALANAN PRINGSEWU-AMBARAWA) yang di unggah enam tahun silam tepatnya pada 7 agustus 2010 dari akun fb Aryan Zerocool mengenai kondisi jalan Ambarawa



"BUKAN PUISI CINTA (PERJALANAN PRINGSEWU-AMBARAWA)"
Aku Cinta Perjalanan Pringsewu-Ambarawa
Jalan yang sangat ramah lingkungan…
Karena tak bisa pengendara kebut-kebutan
Senyum terlontarkan…. Santai mengemudi kendaraan…
Tak elak sapa sang klakson saling bersahutan
Seraya melirik… menatap penuh konsentrasi ke depan
Jalan yang kucinta…. Membuat antrian panjang namun mengasyikkan

Aku Cinta Perjalanan Pringsewu-Ambarawa
Jalanku yang berpotensi besar di bidang pertanian
Tak harus sawah… tak mesti ladang…
Tempat yang tepat untuk bercocok tanam
Lihatlah…. Betapa suburnya padi melambai di jalan…
Alangkah indahnya panorama saat jalanku tumbuh pohon pisang…
Sungguh!!! Hal yang langka dan patut dibanggakan.

Aku Cinta Perjalanan Pringsewu-Ambarawa
Jalanku bukan hanya pertanian sebagai potensi terbesar…
Namun, jalan yang kucinta pun potensi baik untuk perikanan…
Kolam besar dan semakin terlihat air menggenang…
Menjadi pemandangan tersendiri di tengah jalan…
Gurami ikan emas tumbuh besar di kolam dadakan…
Mungkin sangat tepat untuk dijadikan pemancingan…
Tidak tanggung pula untuk menarik para wisatawan…
Sungguh!!! Ini merupakan karunia Tuhan….

Aku Cinta Perjalanan Pringsewu-Ambarawa
Pertanian dan perikanan adalah hal yang wajar…
Namun, jalan yang kucinta membuka lapangan pekerjaan …
Mereka mengais rupiah dengan menutup lubang jalan…
Kardus di tangan…. Senyum mengembang…
Menanti belas kasihan dari pengguna jalan…. Dari dalamnya lobang jalan…
Jalanku membuka peluang… Bagi mereka para pengangguran….
Aku Cinta Perjalanan Pringsewu-Ambarawa
Rezeki terus datang untuk mereka tukang Steam dan Tambal Ban…
Tak heran…. Banyak di pinggir jalan reklame-reklame baru terpampang…
Mengais rejeki dari musibah pengguna jalan….
Kendaraan kotor atau mungkin karena betus ban…
Senyum lugu mereka jelas terlontar….
Ketika seseorang dengan senyum kecut berjalan sembari menuntun kendaraan…
Apa yang mereka perbincangkan….??
“Mas? Bisa tambal ban…” tanya lugu seseorang penuntun kendaraan.
“Kalo ban bisa, Pak. Tapi kalo nambal jalan, jangankan saya, pemerintah aja gak bisa!” Jawabnya
Tawa tercipta… Kekeluargaan sangat kentara…
Jalan yang kucinta membawa mereka dalam satu keluarga..

Aku Cinta Perjalanan Pringsewu-Ambarawa
Jalan yang begitu tersimpan banyak Misteri….
Sehingga tak jarang mereka bertanya dalam hati….
Kapan jalan ini akan diperbaiki….
Siapa yang bisa mendengar jeritan kami…
Siapa yang bertanggung jawab dengan jalanku ini…
Akankah Jalan yang kucinta hanya akan menjadi kenangan???
Atau Hanya akan menjadi cerita untuk anak cucu kita???

Ini Bukan Puisi,…
Ini bukan syair….
Ini pun bukan lagu….
Tapi….
Ini akan lebih berisi daripada puisi…
Ini akan lebih mengalir daripada syair,,..
Dan ini pun akan lebih mendayu daripada lagu….

Hanya satu pinta kami…..
PERBAIKI JALAN KAMI SETELAH OTAK YANG MEMPERBAIKI DICUCI AGAR TAK ADA LAGI KATA KORUPSI


BUKAN PUISI CINTA (PERJALANAN PRINGSEWU AMBARAWA)

Beranda Pringsewu - Setelah Booming di Media Sosial dan juga banyaknya pemberitaan tentang kondisi Jalan Ambarawa, bahkan ada saja ulah Netizen yang mengedit kondisi jalan hingga sedemikian rupa. Kali ini Beranda Pringsewu merasa tertarik untuk mengambil judul dan mempublikasikan tentang catatan dengan judul " BUKAN PUISI CINTA (PERJALANAN PRINGSEWU-AMBARAWA) yang di unggah enam tahun silam tepatnya pada 7 agustus 2010 dari akun fb Aryan Zerocool mengenai kondisi jalan Ambarawa



"BUKAN PUISI CINTA (PERJALANAN PRINGSEWU-AMBARAWA)"
Aku Cinta Perjalanan Pringsewu-Ambarawa
Jalan yang sangat ramah lingkungan…
Karena tak bisa pengendara kebut-kebutan
Senyum terlontarkan…. Santai mengemudi kendaraan…
Tak elak sapa sang klakson saling bersahutan
Seraya melirik… menatap penuh konsentrasi ke depan
Jalan yang kucinta…. Membuat antrian panjang namun mengasyikkan

Aku Cinta Perjalanan Pringsewu-Ambarawa
Jalanku yang berpotensi besar di bidang pertanian
Tak harus sawah… tak mesti ladang…
Tempat yang tepat untuk bercocok tanam
Lihatlah…. Betapa suburnya padi melambai di jalan…
Alangkah indahnya panorama saat jalanku tumbuh pohon pisang…
Sungguh!!! Hal yang langka dan patut dibanggakan.

Aku Cinta Perjalanan Pringsewu-Ambarawa
Jalanku bukan hanya pertanian sebagai potensi terbesar…
Namun, jalan yang kucinta pun potensi baik untuk perikanan…
Kolam besar dan semakin terlihat air menggenang…
Menjadi pemandangan tersendiri di tengah jalan…
Gurami ikan emas tumbuh besar di kolam dadakan…
Mungkin sangat tepat untuk dijadikan pemancingan…
Tidak tanggung pula untuk menarik para wisatawan…
Sungguh!!! Ini merupakan karunia Tuhan….

Aku Cinta Perjalanan Pringsewu-Ambarawa
Pertanian dan perikanan adalah hal yang wajar…
Namun, jalan yang kucinta membuka lapangan pekerjaan …
Mereka mengais rupiah dengan menutup lubang jalan…
Kardus di tangan…. Senyum mengembang…
Menanti belas kasihan dari pengguna jalan…. Dari dalamnya lobang jalan…
Jalanku membuka peluang… Bagi mereka para pengangguran….
Aku Cinta Perjalanan Pringsewu-Ambarawa
Rezeki terus datang untuk mereka tukang Steam dan Tambal Ban…
Tak heran…. Banyak di pinggir jalan reklame-reklame baru terpampang…
Mengais rejeki dari musibah pengguna jalan….
Kendaraan kotor atau mungkin karena betus ban…
Senyum lugu mereka jelas terlontar….
Ketika seseorang dengan senyum kecut berjalan sembari menuntun kendaraan…
Apa yang mereka perbincangkan….??
“Mas? Bisa tambal ban…” tanya lugu seseorang penuntun kendaraan.
“Kalo ban bisa, Pak. Tapi kalo nambal jalan, jangankan saya, pemerintah aja gak bisa!” Jawabnya
Tawa tercipta… Kekeluargaan sangat kentara…
Jalan yang kucinta membawa mereka dalam satu keluarga..

Aku Cinta Perjalanan Pringsewu-Ambarawa
Jalan yang begitu tersimpan banyak Misteri….
Sehingga tak jarang mereka bertanya dalam hati….
Kapan jalan ini akan diperbaiki….
Siapa yang bisa mendengar jeritan kami…
Siapa yang bertanggung jawab dengan jalanku ini…
Akankah Jalan yang kucinta hanya akan menjadi kenangan???
Atau Hanya akan menjadi cerita untuk anak cucu kita???

Ini Bukan Puisi,…
Ini bukan syair….
Ini pun bukan lagu….
Tapi….
Ini akan lebih berisi daripada puisi…
Ini akan lebih mengalir daripada syair,,..
Dan ini pun akan lebih mendayu daripada lagu….

Hanya satu pinta kami…..
PERBAIKI JALAN KAMI SETELAH OTAK YANG MEMPERBAIKI DICUCI AGAR TAK ADA LAGI KATA KORUPSI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar