Pemerintah memperhatikan kelangsungan nasib pedagang yang menjadi korban kebakaran

BerandaPringsEwu - Satu pekan Sudah semenjak peristiwa kebakaran Pasar Pringsewu, pedagang yang Kiosnya terbakar belum juga bisa berdagang karena kondisi pasar yang dibiarkan terbengkalai dan hingga saat kabar ini dirilis kondisi ruko yang terbakar di Pasar Pringsewu masih dipenuhi tumpukan puing-puing bangunan dan sampah bekas kebakaran yang berserakan. Renovasi yang dijanjikan pun belum juga dilakukan hingga sekarang.

Pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Pringsewu mengaku geram terhadap sikap pemerintah yang dinilai apatis terhadap kelanjutan nasib pedagang. "Kami hanya ingin bisa berjualan lagi. Mau sampai kapan kondisi pasar seperti ini?" Keluh seorang pedagang yang menjadi korban kebakaran, Selasa 24 Mei 2016.

"Pascakebakaran, dari pihak pemerintah, kepolisian, atau dari mana itu nggak ada yang dateng ke Pasar Induk Pringsewu. Mana ada yang ngecek-ngecek. Tiap hari saya di sini loh," kata salah satu pedagang kain yang tokonya terbakar.

Menurutnya, mustahil jika salah satu bangunan toko Pasar Induk Pringsewu milik pemerintah kabupaten itu diasuransikan oleh sang pemilik tokonya. Kecuali, kata dia, jika yang disuransikan adalah barang-barang sang pemilik toko. "Kalau barang-barangnya yang disuransikan, apanya yang mau dicek? Lihat saja, semua barang-barang di toko yang terbakar nggak ada yang bisa diselamatkan," Tambah Pedagang tadi.

Alasan garis polisi hingga saat ini masih membentang di lokasi yang menghalangi Dinas Pasar, Kebersihan, dan Pertamanan (DPKP) untuk melakukan bersih-bersih dinilai justru menghambat para pedagang untuk bisa kembali berjualan.

Terlebih, pencopotan garis polisi tersebut baru bisa dilakukan setelah pihak kepolisian memastikan satu toko yang diasuransikan oleh pemilik toko rampung dilakukan pengecekan pihak asuransi.


No comments:

Post a Comment

Gunakan Komentar dengan bijak dan sesuai dengan topik yang sedang di bahas
Komentar spam dan yang mengandung SARA akan dihapus