PERSAHABATAN YANG PALING AGUNG : Oleh Nur Aminudin

PERSAHABATAN YANG PALING AGUNG adalah persahabatan yang dijalin di jalan Allah SWT dan karena Allah SWT, BUKAN untuk mendapatkan manfaat dunia, materi, jabatan atau sejenisnya. Persahabatan yang dijalin untuk saling mendapatkan keuntungan duniawi sifatnya sangat sementara. Bila keuntungan tersebut telah sirna, maka persahabatan pun putus.

BERBEDA dengan persahabatan yang dijalin karena Allah SWT, tidak ada tujuan apa pun dalam persahabatan mereka, selain untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Orang yang semacam inilah yang kelak pada Hari Kiamat akan mendapat janji Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali perlindungan-Ku." (HR. Muslim)

Dari Mu'adz bin Jabal berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT berfirman, "Wajib untuk mendapatkan kecintaan-Ku orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan yang saling berkunjung karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku." (HR. Ahmad).

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, diceritakan, "Dahulu ada seorang laki-laki yang berkunjung kepada saudara (temannya) di desa lain. Lalu ditanyakan kepadanya, Ke mana anda hendak pergi? Saya akan mengunjungi teman saya di desa ini, jawabnya, "Adakah suatu kenikmatan yang anda harap darinya?, Tidak ada, selain bahwa saya mencintainya karena Allah SWT, jawabnya. Maka orang yang bertanya ini mengaku, "Sesungguhnya saya ini adalah utusan Allah SWT kepadamu (untuk menyampaikan) bahwasanya Allah SWT telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai temanmu karena Dia."


Artikel by:
Status FB Nur Aminudin
27 Januari pukul 14:26

PERSAHABATAN YANG PALING AGUNG : Oleh Nur Aminudin



PERSAHABATAN YANG PALING AGUNG : Oleh Nur Aminudin

PERSAHABATAN YANG PALING AGUNG adalah persahabatan yang dijalin di jalan Allah SWT dan karena Allah SWT, BUKAN untuk mendapatkan manfaat dunia, materi, jabatan atau sejenisnya. Persahabatan yang dijalin untuk saling mendapatkan keuntungan duniawi sifatnya sangat sementara. Bila keuntungan tersebut telah sirna, maka persahabatan pun putus.

BERBEDA dengan persahabatan yang dijalin karena Allah SWT, tidak ada tujuan apa pun dalam persahabatan mereka, selain untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Orang yang semacam inilah yang kelak pada Hari Kiamat akan mendapat janji Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali perlindungan-Ku." (HR. Muslim)

Dari Mu'adz bin Jabal berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT berfirman, "Wajib untuk mendapatkan kecintaan-Ku orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan yang saling berkunjung karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku." (HR. Ahmad).

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, diceritakan, "Dahulu ada seorang laki-laki yang berkunjung kepada saudara (temannya) di desa lain. Lalu ditanyakan kepadanya, Ke mana anda hendak pergi? Saya akan mengunjungi teman saya di desa ini, jawabnya, "Adakah suatu kenikmatan yang anda harap darinya?, Tidak ada, selain bahwa saya mencintainya karena Allah SWT, jawabnya. Maka orang yang bertanya ini mengaku, "Sesungguhnya saya ini adalah utusan Allah SWT kepadamu (untuk menyampaikan) bahwasanya Allah SWT telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai temanmu karena Dia."


Artikel by:
Status FB Nur Aminudin
27 Januari pukul 14:26

No comments:

Post a Comment

Gunakan Komentar dengan bijak dan sesuai dengan topik yang sedang di bahas
Komentar spam dan yang mengandung SARA akan dihapus