MOTRET EMBUN DENGAN EFISIEN DAN SINGKAT (YANG SAYA TAHU)

1. Kuasai teknik dasar photografi. Jika belum mengerti lebih jelas silakan googling atau baca2 disini http://belfot.com/tips-fotografi-untuk-pemula/

2. Ada alat yang akan digunakan untuk memotret, yaitu satu unit Kamera dengan lensa yang memiliki kemampuan untuk memotret benda2 kecil atau seringkali disebut dengan lensa makro. Saya sendiri tidak memilih untuk memakai Lensa jenis ini karena pertimbangan finansial. sebagai solusi dari ke-fakir-an saya atas lensa ini saya menggunakan alternatif lain yaitu menggunakan lensa biasa yang ditambahi dengan extention tube. Ada beberapa alternatif selain yang saya gunakan namun tidak akan saya bahas disini, silakan saja googling atau baca di sini >>http://belfot.com/extension-tube-lensa-makro/ .

3. Ada embun yang akan di potret. akan menjadi sesuatu yang konyol banget ketika kita sudah menyiapkan segala kemampuan dan alat kita untuk memotret embun namun ternyata embunnya justru tidak ada.  .untuk embunnya sendiri selain kita bisa menggunakan embun yang disediakan oleh alam (yang seringkali kita temukan dipagi hari nangkring di rerumputan di sekitar rumah kita), kita juga bisa membuat embun buatan kita sendiri. Foto embun yang saya gunakan untuk ilustrasi ini merupakan embun yang saya buat sendiri. caranya cukup gampang, saya menggunakan semprotan spray bekas parfum yang sudah tidak terpakai -bisa juga semprotan apa saja yg penting bisa untuk nyemprotin air- yang berfungsi untuk menghasilkan butir-butir air secara bertahap sedikit demi sedikit.

4. Memotret embun (atau foto makro yang lain) sangat rawan shaking atau kamera goyang. Mengapa? Karena jarak objek dengan lensa relatif sangat dekat, sehingga hasilnya akan kurang menyenangkan untuk dipandang (beda dengan goyang pinggul penyanyi ndangdhut yang membuat sedap dipandang). karena itu dibutuhkan tumpuan tangan yang kokoh dan shutter yang cukup tinggi untuk meminimalisir shaking atau "goyangan". Tripot dengan inovasi dan modivikasi khusus bisa digunakan, tapi jangan membayangkan tripot2 yang biasa kita pakai itu, karena biasanya embun hanya ada diatas rerumputan yang memiliki jarak yang tidak terlalu tinggi dengan tanah (umumnya hanya bbrapa cm saja).

5. Dalam memotret embun sendiri yang saya ketahui ada tingkatannya, yaitu memotret embun biasa (seperti gambar ilustrasi yang saya gunakan) dan juga teknik refleksi embun, yaitu memasukkan gambar objek tertentu-seperti hewan, bunga, atau benda lain- sehingga bisa dilihat didalam embun. Inti dari tingkatan-tingkatan ini adalah kemampuan kita dalam mengatur dan memainkan ruang tajam yang ada atau lazim disebut DoF (jika kalian terlalu IDIOT untuk memahami apa itu DoF silakan baca lagi trik no 1)

6. Memahami sifat-sifat embun. Refleksi yang dihasilkan dari embun akan memberikan tampilan visual/gambar yang terbalik, sehingga dibutuhkan ketepatan kita dalam menentukan angle/sudut bidik sedemikian rupa untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan kita.

6. MENCOBA BEREKSPERIMEN. Karena Idiot banget kalo kita hanya memiliki pengetahuan namun tidak mau mencoba untuk mempraktekkannya maka hanya akan menjadi teori saja buat kita dan menjadi "bullshit".

 
Memotret embun seperti biasa (Hanya contoh)

HAPPY HUNTING DAN SEMOGA SEMAKIN BINGUNG KARENA BINGUNG BERARTI TANDANYA KITA BELAJAR....!!! SEMOGA TUHAN MENGAMPUNI & MERINGANKAN DOSA SAYA.



Sumber: Artikel2 gratis dan bebas akses diinternet, Pengalaman Pribadi, Sharing dengan beberapa teman


Artikel dan gambar by:
Catatan FB Hamid Mukhlis
16 April 2014

MOTRET EMBUN DENGAN EFISIEN DAN SINGKAT Oleh Hamid Mukhlis



MOTRET EMBUN DENGAN EFISIEN DAN SINGKAT (YANG SAYA TAHU)

1. Kuasai teknik dasar photografi. Jika belum mengerti lebih jelas silakan googling atau baca2 disini http://belfot.com/tips-fotografi-untuk-pemula/

2. Ada alat yang akan digunakan untuk memotret, yaitu satu unit Kamera dengan lensa yang memiliki kemampuan untuk memotret benda2 kecil atau seringkali disebut dengan lensa makro. Saya sendiri tidak memilih untuk memakai Lensa jenis ini karena pertimbangan finansial. sebagai solusi dari ke-fakir-an saya atas lensa ini saya menggunakan alternatif lain yaitu menggunakan lensa biasa yang ditambahi dengan extention tube. Ada beberapa alternatif selain yang saya gunakan namun tidak akan saya bahas disini, silakan saja googling atau baca di sini >>http://belfot.com/extension-tube-lensa-makro/ .

3. Ada embun yang akan di potret. akan menjadi sesuatu yang konyol banget ketika kita sudah menyiapkan segala kemampuan dan alat kita untuk memotret embun namun ternyata embunnya justru tidak ada.  .untuk embunnya sendiri selain kita bisa menggunakan embun yang disediakan oleh alam (yang seringkali kita temukan dipagi hari nangkring di rerumputan di sekitar rumah kita), kita juga bisa membuat embun buatan kita sendiri. Foto embun yang saya gunakan untuk ilustrasi ini merupakan embun yang saya buat sendiri. caranya cukup gampang, saya menggunakan semprotan spray bekas parfum yang sudah tidak terpakai -bisa juga semprotan apa saja yg penting bisa untuk nyemprotin air- yang berfungsi untuk menghasilkan butir-butir air secara bertahap sedikit demi sedikit.

4. Memotret embun (atau foto makro yang lain) sangat rawan shaking atau kamera goyang. Mengapa? Karena jarak objek dengan lensa relatif sangat dekat, sehingga hasilnya akan kurang menyenangkan untuk dipandang (beda dengan goyang pinggul penyanyi ndangdhut yang membuat sedap dipandang). karena itu dibutuhkan tumpuan tangan yang kokoh dan shutter yang cukup tinggi untuk meminimalisir shaking atau "goyangan". Tripot dengan inovasi dan modivikasi khusus bisa digunakan, tapi jangan membayangkan tripot2 yang biasa kita pakai itu, karena biasanya embun hanya ada diatas rerumputan yang memiliki jarak yang tidak terlalu tinggi dengan tanah (umumnya hanya bbrapa cm saja).

5. Dalam memotret embun sendiri yang saya ketahui ada tingkatannya, yaitu memotret embun biasa (seperti gambar ilustrasi yang saya gunakan) dan juga teknik refleksi embun, yaitu memasukkan gambar objek tertentu-seperti hewan, bunga, atau benda lain- sehingga bisa dilihat didalam embun. Inti dari tingkatan-tingkatan ini adalah kemampuan kita dalam mengatur dan memainkan ruang tajam yang ada atau lazim disebut DoF (jika kalian terlalu IDIOT untuk memahami apa itu DoF silakan baca lagi trik no 1)

6. Memahami sifat-sifat embun. Refleksi yang dihasilkan dari embun akan memberikan tampilan visual/gambar yang terbalik, sehingga dibutuhkan ketepatan kita dalam menentukan angle/sudut bidik sedemikian rupa untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan kita.

6. MENCOBA BEREKSPERIMEN. Karena Idiot banget kalo kita hanya memiliki pengetahuan namun tidak mau mencoba untuk mempraktekkannya maka hanya akan menjadi teori saja buat kita dan menjadi "bullshit".

 
Memotret embun seperti biasa (Hanya contoh)

HAPPY HUNTING DAN SEMOGA SEMAKIN BINGUNG KARENA BINGUNG BERARTI TANDANYA KITA BELAJAR....!!! SEMOGA TUHAN MENGAMPUNI & MERINGANKAN DOSA SAYA.



Sumber: Artikel2 gratis dan bebas akses diinternet, Pengalaman Pribadi, Sharing dengan beberapa teman


Artikel dan gambar by:
Catatan FB Hamid Mukhlis
16 April 2014

2 comments:

Gunakan Komentar dengan bijak dan sesuai dengan topik yang sedang di bahas
Komentar spam dan yang mengandung SARA akan dihapus